~hipnotis~ untuk pemula
A. PENJELASAN TENTANG HIPNOTIS
Sebelum melakukan pelatihan hypnotis
anda perlu menyampaikan kepada orang-orang yang anda telah ajak untuk mengikuti
semua perintah yang akan diberikan. Jangan melawan sugesti-sugesti yang anda
akan berikan. Berikanlah sugesti seperti ini:
Pelatihan ini akan berlangsung lebih baik jika anda mengikuti apa yang kami sugestikan.
Jangan ada keinginan untuk melawan sugesti kami. Pelatihan akan berhasil maksimal jika ada kerja sama yang baik antara kami dengan anda. Jika anda melawan sugesti yang kami berikan maka latihan ini akan sia-sia.
Pelatihan ini akan berlangsung lebih baik jika anda mengikuti apa yang kami sugestikan.
Jangan ada keinginan untuk melawan sugesti kami. Pelatihan akan berhasil maksimal jika ada kerja sama yang baik antara kami dengan anda. Jika anda melawan sugesti yang kami berikan maka latihan ini akan sia-sia.
B. RELAKSASI
Untuk membantu relaksasi lebih
maksimal, dengarkanlah alunan musik berirama slow (instrumentalia).
Dan berikan sugesti seperti ini:
Dan berikan sugesti seperti ini:
“Kita mulai pelatihan ini
dengan duduk yang rileks, napas diatur dengan lembut…setiap tarikan dan
hembusan napas visualisasikan bahwa itu membuat anda lebih rileks.”
“ Suara musik ini nembuat
anda lebih tenang…”
“Perhatian Anda hanya tertuju
pada suara saya, dan alunan musik ini membawa anda masuk dalam kondisi
mengantuk…”
‘saya perintahkan anda untuk
menutup mata.”
Setelah peserta mulai mengikiti
sugesti, saya memerintahkan untuk menutup mata, berikan kalimat sugesti:
“Masuki alam tidur yang lebih
dalam…..lebih dalam lagi, lebih rileks dan makin dalam….Mata tetap ditutup,
jangan dibuka sebelum saya perintah untuk membukanya.”
Ulangi kalimat sugesti itu, jika
peserta mulai terhipnotis, menunjukan gejala:
• Mata mulai barat lalu menutup.
• Terjadi relaksasi pada bagian sendi, ditandai mulai kehilangan keseimbangan posisi duduk.
• Kepala mulai miring (tidak lagi tegak).
• Kaki yang semula rapat mulai terbuka.
Catatan: Lakukan relaksasi selama 10-15 menit. Jika peserta pelatihan menunjukan adanya tiga tanda tersebut diatas, berarti ia tipe mudah menerima sugesti ia memiliki kemampuan konsentrasi dan dapat menerima sugesti pada sesi pelatihan berikutnya.
• Mata mulai barat lalu menutup.
• Terjadi relaksasi pada bagian sendi, ditandai mulai kehilangan keseimbangan posisi duduk.
• Kepala mulai miring (tidak lagi tegak).
• Kaki yang semula rapat mulai terbuka.
Catatan: Lakukan relaksasi selama 10-15 menit. Jika peserta pelatihan menunjukan adanya tiga tanda tersebut diatas, berarti ia tipe mudah menerima sugesti ia memiliki kemampuan konsentrasi dan dapat menerima sugesti pada sesi pelatihan berikutnya.
C.
VISUALISASI
Pada tahap berikutnya, kami akan
mengajak peserta untuk belajar menggunakan imajinasinya. Cara yang termudah,
kami menyuruh mereka menjulurkan kedua tangannya ke depan setinggi bahu dengan
posisi telapak tangan menengadah ke atas dan tangan kiri ke bawah.
Setelah itu kami beri perintah untuk memejamkan mata, dan beberapa saat kemudian memberikan sugesti:
Setelah itu kami beri perintah untuk memejamkan mata, dan beberapa saat kemudian memberikan sugesti:
Bayangkan bahwa di tangan Anda saat ini saya letakkan bandul seberat
1 kilo, sedangkan di tangan kiri Anda saya ikat dengan balon yang menarik
tangan Anda ke atas. Bayangkan bandul dan balon itu pun benar-benar ada…”
Visulasisasi ini sebagai cara
menyeleksi siapa di antara peserta pelatihan itu yang memiliki kemampuan
menerima sugesti. Artinya, siapa yang kedua tangannya lebih cepat bergerak (ke
atas kebawah), atau siapa yang rentang tangan kanan dan kirinya yang paling
jauh, itulah calon “korban” yang muda menerima sugesti, sehingga dapat
digunakan untuk hipnotis panggung.
D. POST HYPNOSIS
Post hypnosis atau yang biasa disebut
“Post Hypnos” dapat diartikan hipnotis susulan, yaitu sugesti yang akan
dilakukan justru setelah seseorang terlepas dari keadaan terhipnotis (pejam mata).
Pada umumnya subyek target yang pertama kali belajar menerima sugesti hanya
mampu tersugesti saat “matanya tertutup” saja. Tapi kadang-kadang ada yang
mampu menerima sugesti di saat dia sudah membuka matanya. Contoh memberikan
sugestinya:
Bayangkan saat ini kedua tangan anda saya lilitkan seutas tali. Ketika
saya mulai menghitung “satu” “dua” “tiga” dan seterusnya, maka tali itu melilit
lebih keras.
Ketika mulai menghitung bilangan,
“satu” “dua” “tiga” dan seterusnya, lihatlah …. Di antara peserta ada yang
menunjukkan gejala seperti orang terlilit-lilit tali yang ditandai setiap kali
menghitung “satu” “dua” dan seterusnya itu, tangannya makin
mengeras dan mengeras, itulah peserta yang mudah menerima perintah (sugesti).
Pada tahap ini berikan sugesti:
mengeras dan mengeras, itulah peserta yang mudah menerima perintah (sugesti).
Pada tahap ini berikan sugesti:
“Pada
saat anda membuka mata nanti, lilitan tali ini justru makin kuat dan anda tidak
mampu membukanya. Semakin anda berusaha untuk membukannya, lilitan itu malah
makin kuat dan makin kuat.”
Catatan: Subyek target yang memiliki
kemampuan menerima sugesti maksimal, ketika sudah membuka mata, ia tetap tidak
mampu membuka tangannya. Ini disebut sugesti susulan (Post Hypnos). Sedangkan
subyek target yang tidak maksimal, sugestinya dapat lepas sehingga ia mampu
membuka tangannya. Untuk menampulkan hipnotis panggung (hiburan) subyek target
yang gagal menerima sugesti susulan ini, disuruh minggir dulu.
E. INDUKSI & PANGGUNG
Subyek target yang menunjukkan kemampuan menerima perintah dapat dijadikan uji coba pada adegan hipnotis selanjutnya. Subyek atau target menjadi terhipnotis dengan cara:
• Menyuruh subyek target berdiri tegak dengan posisi kaki lurus.
• Menyuruh subyek target memandang salah satu titik hitam pada tembok dengan tanpa berkedip. Tujuannya agar mata itu lelah.
• Setelah mata itu lelah, perintahkan untuk menutup mata.
Dalam kondisi menutup mata,berikan kalimat sugesti:
“Anda berdiri dalam keadaan yang sangat rileks, mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki dalam keadaan yang sangat rileks. Sebentar lagi anda akan merasakan tubuh anda mulai melemas dan mulai kehilangan keseimbangan”. Subyek target yang memiliki respon menerima sugesti, tubuhnya mulai sedikit bergoyang. Itu tanda dari tubuhnya yang makin rileks. Selanjutnya anda dapat memberikan sugesti sesuai kehendak anda.
Misalnya:
“Saat
ini tubuh anda makin rileks. Ketika kami menghitung sampai kami bilang tiga,
tubuh anda tertarik ke belakang. Anda tidak perlu takut, karena kami menjaga
tubuh anda agar tidak jatuh membentur lantai.”
Setelah subyek target dalam posisi
rebah tidur, anda dapat memberikan sugesti apapun. Misalnya:
“Saat ini anda sedang rileks di sebuah pantai yang sangat indah, Anda
melihat deburan ombak yang susul menyusul, udara begitu sejuk…….Di depan anda
ada segelas minuman yang sangat lezat. Ambil gelas itu dan minumlah.”
Subyekpun akan mengikuti perintah. Dan
setelah minuman itu habis, gelas pun di kembalikan ke posisi semula. Sugesti
dapat di lanjutkan sesuai kehendak.
F. TRANCE LEVEL TEST
Trance level test adalah cara untuk mengetahui sejauh mana subyek target itu peka dan mampu menerima sugesti dari sang juru hipnoitis. Tekniknya sebenarnya banyak. Misalnya, dengan menyuruh subyek target berdiri dengan posisi rapat lalu di sugestikan tubuh subyek target tertarik kebelakang dan sebagainya. Coba anda praktekan ini. Suruhlahn subyek target memandang telapak tangannya dan setelah matanya lelah berikan sugesti:
“Pandang telapak tangan anda. Pandang
terus…..dan ketika nanti saya perintahkan anda untuk menutup mata, anda
merasakan tangan anda tertarik mendekati wajah anda.”
Ketika subyek target itu diperintahkan
untuk menutup mata, dia atau mereka akan merasakan adanya getaran lembut yang
mendorong tangan kanan itu bergerak lembut ke arah kening/wajah. Jika trance
level tes ini di lakukan secara serempak (pada pelatihan massal) dapat
dijadikan pedoman untuk mengetahui tangan siapa yang lebih lebih cepat dan
kencang dibanding yang lain, dan dialah subyek target yang mudah menerima
sugesti.
G. METODE PANDANG,
VISUALISASI PAYUNG & ANGIN
Hipnotis menjadi lebih mudah jika sudah menemukan subyek target yang mudah menerima sugesti. Misalnya ajaklah mereka bervisualisasi ke pantai untuk merasakan cuaca yang ada di sana.Untuk melakukan hal ini gunakanlah induksi memandang. Gunakanlah bandul seperti jam rantai yang diayun-ayun atau diputar-putar dan perintahkan subyek target atau obyek anda memandang bandul yang sedang bergerak itu sehingga mata menjadi lelah.
Selanjutnya, berikan sugesti kepada subyek target bahwa mereka sedang membawa payung yang di terpa angin kencang.
Kalimat sugestinya:
“Bayangkan
saat ini anda berada di sebuah pantai, dan kemudian di pantai ini tiba-tiba
terjadi bercuaca buruk. Angin kencang menerpa payung yang anda pegang dan tubuh
anda terbawa oleh payung itu.”
Dan
apa yang terjadi? Subyek target akan
tertarik ke belakang.
H. INDUKSI BRAID
Hipnotis abad 18 adalah dasar dari
hipnotis modern, awalnya para juru hipnotis pada zaman itu menggunakan teknik
induksi mengajak subyek target beradu pandang mata. Karena itu, hipnotis kuno
melatih kekuatan mata dengan memandang api lilin, titik hitam, dsb.
Zaman sekarang, metode Braid sudah mulai ditinggalkan, namun sebagian juru hipnotis masih menggunakannya tetapi dikombinasi dengan sugesti verbal (kata-kata).
Cotoh kalimat sugestinya seperti ini:
“Pandang mata saya....Jangan berkedip, terus pandang.....Rasakan sampai mata anda benar-benar lelah. Mata anda makin berat, makin berat....ya, rasakan!”
Setelah mata subyek target mulai merah dan berair, lanjutkan sugestinya:
“Saya lihat mata anda mulai lelah dan berat, saya akan menghitung, pada hitunga “tiga” tutup mata anda.”
Bersamaan dengan perintah menutup mata, gunakan jari atau telapak tangan membantu subyek target menutup mata.
Catatan: Juru hipnotis yang menggunakan induksi pandang ini harus memiliki mata yang terlatih kuat. Jika mata juru hipnotis tidak terlatih atau kalah kuat dengan subyek target maka subyek target sulit disugesti. Mata mencerminkan kekuatan mental, jika juru hipnotis kalah dalam tatapan mata menunjukan kalah mental dengan subyek targetnya. Tapi pada umumnya subyek target lebih sering kalah dengan juru hipnotis, terlebih jika dia datang dalam posisi sebagai pasien.
Zaman sekarang, metode Braid sudah mulai ditinggalkan, namun sebagian juru hipnotis masih menggunakannya tetapi dikombinasi dengan sugesti verbal (kata-kata).
Cotoh kalimat sugestinya seperti ini:
“Pandang mata saya....Jangan berkedip, terus pandang.....Rasakan sampai mata anda benar-benar lelah. Mata anda makin berat, makin berat....ya, rasakan!”
Setelah mata subyek target mulai merah dan berair, lanjutkan sugestinya:
“Saya lihat mata anda mulai lelah dan berat, saya akan menghitung, pada hitunga “tiga” tutup mata anda.”
Bersamaan dengan perintah menutup mata, gunakan jari atau telapak tangan membantu subyek target menutup mata.
Catatan: Juru hipnotis yang menggunakan induksi pandang ini harus memiliki mata yang terlatih kuat. Jika mata juru hipnotis tidak terlatih atau kalah kuat dengan subyek target maka subyek target sulit disugesti. Mata mencerminkan kekuatan mental, jika juru hipnotis kalah dalam tatapan mata menunjukan kalah mental dengan subyek targetnya. Tapi pada umumnya subyek target lebih sering kalah dengan juru hipnotis, terlebih jika dia datang dalam posisi sebagai pasien.
I. INDUKSI BANDUL (PENDULUM)
Teknik pendulum termasuk teknik hipnotis klasik. Kami menggunakan teknik ini dengan mengayunkan pendulum pada posisi sedikit di atas mata subyek target, karena dalam posisi mata melirik ke atas itu mata lebih mudah lelah dan kepala pun lebih berat.
Biasanya kurang dari waktu 1 menit saja subyek target sudah tidak mampu menahan kelelahan pada matanya dan selanjutnya anda dapat menyuruhnya tidur lebih dalam dan lebih lelap lagi.
J. INDUKSI NAPAS DALAM 1
Cara ini terbukti efektif dan hampir 80 persen berhasil, caranya adalah kami menyuruh subyek target menatap telapak tangan kanan dan jika tangan kanan itu digerakan keatas maka subyek target mengikutinya. Begitu halnya jika tangan dibergerakan ke bawah.
Kalimat sugesti yang dapat diberikan seperti ini:
“Pandang telapak tangan saya, ketika telapak tangan ini bergerak, ikuti dengan pandangan mata di sertai tarikan napas yang dalam, dan ketika telapak tangan saya bergerak kebawah dan membuang napas.”
Pada tahap awal anda dapat melakukan perintah melalui tangan dengan gerakan tangan yang lembut di sertai sugesti tiap tarikan napas yang akan menyebabkan rasa kantuk yang makin dalam.
Catatan: Biasanya, dalam 10 kali tarikan napas dalam dan lembut ini, subyek target sudah mulai terhipnotis dan mengikuti perintah untuk menutup matanya.
K. INDIKSI NAPAS DALAM 2
Teknik induksi ini digunakan bagi subyek target yang sulit konsentrasi dan dulit menerima segesti verbal (kata-kata). Teknik napasnya sama dengan metode ke-1, perbedaannya adalah napas yang di lakukan harus lebih keras dan pendek-pendek.
Penerapan teknik “napas dalam dan pendek-pendek” itu menggunakan perintah pada gerakan tangan. Jika pada teknik napas dalam ke-1 dilakukan dengan gerakan tangan yang lembut, kali ini menggerakan tangan dengan cepat.
Biasanya dalam 10-15 kali tarik dan hembus napas itu, kepala subyek target mulai berat dan mulai kehilangan keseimbangan, nah pada saat itulah anda dapat memegang tubuhnya agar dapat tidur dalam posisi lebih rileks.
L. INDUKSI KOMBINASI
Juru hipnotis dapat mengkombinasikan berbagai teknik induksi. Induksi Kombinasi melibatkan berbagai teknik, yaitu:
• Subyek target disuruh memandang jari tengah.
• Secara perlahan, jari tangan anda bergerak menuju tengah kening subyek target.
• Setelah ujung jari memempel pada tengah kening itu, lalu bergerak ke bagian atas (ubun-ubun).
Ketika menggerakan ujung jari dari tengah kening menuju ubun-ubun, berikan sugesti seperti ini:
“Mata anda tetap mengikuti kemana arah ujung jari saya….ya, terus ikuti dan pandang.”
Perintah itu memiliki tujuan agar subyek target menengadahkan wajah ke atas dan dalam posisi ini di tambah mata masih tetap di paksa memandang ujung jari lambat laun dia merasa matanya berat dan kepala agak pusing.
Pada saat anda melihat mata subyek target sudah mulai lelah, perintahkan untuk menutup mata dan dilanjutkan dengan mengembalikan posisi kepala itu kearah bawah.

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda